Langkah pertama yang perlu dilakukan dalam budidaya ikan lele adalah persiapan kolam. Kolam yang digunakan harus memiliki ukuran yang memadai, yaitu sekitar 1000-2000 m2 untuk setiap 1 hektar lahan. Kolam yang baik harus memiliki sirkulasi air yang baik, kedalaman yang cukup, serta dikelilingi dengan dinding atau pagar untuk mencegah predator Untuk mengaplikasikan teknik budidaya ikan dan tanaman ini, kamu memerlukan sejumlah bahan dan alat sebagai berikut. 1. Bahan-bahan . a. Ember kapasitas 80 liter = Rp85 ribu. b. Arang batok kelapa = Rp15 ribu. c. Benih ikan lele ukuran 5-12 cm Rp500 x 20 = Rp10 ribu. d. Pakan lele 500 gr = Rp8 ribu. e. Kangkung satu ikat = Rp2 ribu. f. Gelas Operasional budidaya ikan lele sangatlah mudah. Ikan lele mudah beradaptasi dengan lingkungan dan berbagai jenis kolam, baik yang terbuat dari tanah, semen, maupun terpal. Lele juga dengan mudah dapat berkembang biak. Yang penting adalah Anda memberi mereka makan agar pertumbuhannya baik. 3. Rencana Anggaran Biaya (RAB) Rencana Anggaran Biaya untuk kegiatan percontohan pembesaran ikan lele secara intensif di kolam terpal adalah sebagai berikut: Harga No Uraian Belanja Jumlah (Rp) Satuan (Rp) 1 Pembuatan kolam terpal sebanyak 10 450.000 4.500.000 unit ukuran 4x8 M2 2 Belanja Benih lele ukuran 7-9 cm 450 13.500.000 sebanyak 30.000 lele ( Clarias batrachus). Ikan lele merupakan ikan air tawar yang permintaan dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan, di tahun 2017 jumlah produksi ikan lele oleh petani Ikan lele sebesar 1.125.526 Ton dengan nilai Rp 19,604 Triliyun. Dalam budidaya ikan lele biaya terbesar adalah biaya variable yaitu pakan ikan. Pakan utama yang umumnya Kolam ikan lele sudah kita buat, kini saatnya mempersiapkan air untuk pembesaran lele. Masukan air dengan ketinggian kira-kira 80-100 cm. Di hari ke dua, masukan probiotik 5ml/m 3 . Hari ketiga masukan prebiotik : molase 250 ml/m 3 , pada malam harinya taburkan dolomite 150/200g/m 3. .

pertanyaan untuk wawancara budidaya ikan lele